Kamis, 28 Maret 2013

Keasaman dari Asam karbosilat


Sifat Keasaman Asam Karboksilat
Suatu asam karboksilat adalah suatu senyawa yang mengandung gugusan karboksil, suatu istilah yang berasal dari karbonil dan hidroksil. Gugusan yang terikat pada gugusan karboksil dalam asam karboksilat bisa gugus apa saja, bahkan bisa gugus karboksil lain.
Asam organik sebagai asam lemah
Sebagai tujuan dari topik ini, kita akan melihat definisi dari asam sebagai “substansi yang memberi ion (proton) ke yang lain”. Dapat dilihat bagaimana mudahnya asam melepas ion hidrogen ke molekul air saat mereka larut dalam air.

Sebuah atom hidroksinium dibentuk bersama-sama dengan anion (ion negative) dari asam.
Persamaan ini kadang-kadang disederhanakan dengan menghilangkan air untuk menekankan ionisasi dari asam.
http://www.chem-is-try.org/wp-content/migrated_images/belajar_korganik04_01/acideq2.GIF
Jika anda menuliskan seperti ini, anda harus memasukkan simbok – “(aq)”. Dengan menuliskan H+(aq) mengartikan bahwa molekul hidrogen berikatan dengan air sebagai H3O+. Ion hidrogen selalu berikatan dengan sesuatu pada saat reaksi kimia.
Maksud dari asam organik merupakan asam lemah adalah karena ionisasi sangat tidak lengkap. Pada suatu waktu sebagian besar dari asam berada di larutan sebagai molekul yang tidak terionisasi. Sebagai contoh pada kasus asam etanoik, larutan mengandung 99% molekul asam etanoik dan hanya 1 persen yang benar benar terionisasi. Posisi dari kesetimbangan menjadi bergeser ke arah kiri.
Mengapa asam-asam tersebut asam?
Dalam setiap kasus, ikatan antara oksigen dan oksigen pada -OH terputus. Sehingga hanya sisa molekul yang dilambangkan sebagai “X”:


Jadi bila ikatan yang sama putus dalam setiap kasus, mengapa ketiga contoh senyawa diatas menghasilkan tingkat asam yang berbeda beda?
http://www.chem-is-try.org/wp-content/migrated_images/bullet.gifPerbedaan kekuatan asam antara asam karboksilat, fenol dan alkohol.
Faktor-faktor yang harus diperhatikan
Dua faktor yang mempengaruhi ionisasi dari asam adalah:
  • Kekuatan dari ikatan yang diputuskan,
  • kestabilan ion yang terbentuk.
Dalam kasus ini, anda memutus ikatan dari molekul yang sama (antara O dan H) jadi bisa dianggap kekuatan ikatan yang diputuskan adalah sama.
Faktor yang paling penting dalam menentukan kekuatan relatif dari molekul adalah pada sifat dari ion ion yang terbentuk.Anda selalu mendapatkan ion hidroksinium jadi anda tidak perlu membandingkan itu. Yang perlu andabandingkan adalah sifat dari anion (ion negatif) yang berbeda-beda pada setiap kasus.
Fenol
Fenol memiliki -OH terikat pada rantai benzennya.
http://www.chem-is-try.org/wp-content/migrated_images/belajar_korganik04_01/phenol.GIF
Saat ikatan hidrogen-oksigen pada fenol terputus, anda mendapatkan ion fenoksida , C6H5O-.
Delokalisai juga terjadi pada ion ini. Pada saat ini, salah satu dari antara elektron bebas dari atom oksigen overlap dengan elektron dari rantai benzen.


Overlap ini mengakibatkan dislokalisasi. Dan sebagai hasil muatan negatif tidak hanya berada pada oksigen tetapi tersebar ke seluruh molekul.
http://www.chem-is-try.org/wp-content/migrated_images/belajar_korganik04_01/phenate2.GIF
Lalu mengapa fenol lebih lemah daripada asam etanoik? Pada ion etanoat, delokalisasi terpusat pada daerah antara 2 atom oksigen.Sistem yang terdelokalisasi membagi muatan negatif diantara kedua atom oksigen. Tidak ada oksigen yang lebih kuat menarik hidrogen ion.
Pada ion fenoksida, atom oksigen tunggal masih merupakan yang paling elektronegatif dan sistem yang terdelokalisasi terpusat pada daerah oksigen tersebut. Sehingga atom oksigen memiliki muatan yang paling negatif, walaupun sebenarnya tidak memiliki muatan sebanyak itu apabila delokalisasi tidak terjadi.
Delokalisasi membuat ion fenoksida lebih stabil dari seharusnya sehingga fenol menjadi asam. Namun delokalisasi belum membagi muatan dengan efektif. Muatan negatif disekitar oksigen akan tertarik pada ion hidrogen dam membuat lebih mudah terbentuknya fenol kembali. Sehingga itu fenol merupakan asam yang sangat lemah.

Pertanyaan:
Delokalisasi membuat ion fenoksida lebih stabil dari seharusnya sehingga fenol menjadi asam. Namun delokalisasi belum membagi muatan dengan efektif. Muatan negatif disekitar oksigen akan tertarik pada ion hidrogen dan membuat lebih mudah terbentuknya fenol kembali. Sehingga itu fenol merupakan asam yang sangat lemah.dan yang ingin saya tanyakan jika Muatan negatif disekitar oksigen tidak tertarik pada ion hydrogen apakan mungkin tidak terjadi pembentukan fenol tersebut kembali,kalau iyamengapa,kalau tidak tolong jelaskan? Dan bisakah fenol terbentuk menjadi asam kuat?

3 komentar:

  1. Saudari rizka saya akan mencoba menjawab permasalahan anda : menurut literatur yang saya baca, Delokalisasi membuat ion fenoksida lebih stabil dari seharusnya sehingga fenol menjadi asam. Namun delokalisasi belum membagi muatan dengan efektif. Muatan negatif disekitar oksigen akan tertarik pada ion hidrogen dam membuat lebih mudah terbentuknya fenol kembali. Sehingga itu fenol merupakan asam yang sangat lemah. Jadi, jika ada atom oksigen yang tidak tertarik pada ion hidrogen tentu saja tidak akan terbentuk reaksi bolak balik pembentukan fenol kembali, tetapi menurut saya itu tergantung pada kutub elektronnya. Jika kutub ion H idrogen adalah positif dan kutub ion oksigen adalah negatif, otomatis akan terjadi tarik menarik antara kedua ion tersebut sehingga akan terjadi pembentukan fenol kembali, dan faktor lainnya adalah tergantung lingkungan. fenol bersifat asam yang lemah karena basa konjugasi hanya distabilkan oleh keelektronegativitasan dari atom oksigen. Jika dibandingkan dengan asam asetat lebih kuat karena basa konjugasi yang terbentuk dapat distabilkan melalui resonansi, keasaman suatu asam di pengaruhi oleh penstabilannya.
    semoga membantu ^_^

    BalasHapus
  2. assalamualaikum.
    baiklah saudari rizka, saya akan mencoba menjawab pertanyaan adna. menurut literautu yang saya baca. Pada ion fenoksida, atom oksigen tunggal masih merupakan yang paling elektronegatif dan sistem yang terdelokalisasi terpusat pada daerah oksigen tersebut. Sehingga atom oksigen memiliki muatan yang paling negatif, walaupun sebenarnya tidak memiliki muatan sebanyak itu apabila delokalisasi tidak terjadi.
    Delokalisasi membuat ion fenoksida lebih stabil dari seharusnya sehingga fenol menjadi asam. Namun delokalisasi belum membagi muatan dengan efektif. Muatan negatif disekitar oksigen akan tertarik pada ion hidrogen dam membuat lebih mudah terbentuknya fenol kembali. Sehingga itu fenol merupakan asam yang sangat lemah. jadi, jika ada atom oksigen yang tidak tertarik pada ion hidrogen, maka akan terbentuk fenol kembali, sama dengan hal nya tarik menarik antara kutub positif dan kutub negatif yang saling tarik menarik.
    terima kasih

    BalasHapus
  3. menurut saya, gugus O akan berikatan dengan H karena gugus O memiliki muatan negatif, sedangkan H bermuatan positif. Sehingga untuk mencapai kestabilan keduanya saling berikatan. demikian ini menjadi syarat untuk terbentuknya fenol kembali, sehingga jika muatan negatif sekitar oksigen tidak tertarik terhadap hidrogen lalu bagaimana mungkin bisa fenol dapat terbentuk.
    kemudian apakah fenol dapat menjadi asam kuat mungkin saja bisa namun caranya tersebut saya juga tidak begitu tahu.

    trimss semoga membantu

    BalasHapus